Penulis : Aminatuz Zuhro | Editor/Publisher : Zhahrotus Shitta

News Mandawangi (25/06/24) – Pagi tadi, MAN 2 Banyuwangi menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Asesmen Kompetisi Guru Dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) tahun 2024. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai madrasah di Banyuwangi. Tak hanya itu, kegiatan ini dimulai dari Hari Senin (24/06/24) hingga Hari Rabu (26/06/24).

AKGTK merupakan sebuah asesmen bagi guru dan tenaga kependidikan khususnya madrasah, mulai dari MI, MTs hingga MA. Di Kabupaten Banyuwangi, kegiatan AKGTK ini bertempat di 7 lokasi yakni di MTsN 1 Banyuwangi, MTsN 3 Banyuwangi, MTsN 5 Banyuwangi, MTsN 8 Banyuwangi, MAN 1 Banyuwangi, MAN 2 Banyuwangi, dan MAN 3 Banyuwangi. Tak hanya itu, kegiatan AKGTK ini diikuti sekitar 2.593 peserta dari seluruh guru madrasah yang ada di Banyuwangi.

Pada hari kedua, Kepala TU Kemenag Jatim dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) yakni, Bapak Dr. H. Santoso, M.Pd., dan Bapak Drs. Dimyati, M.Pd.I turut menghadiri Kegiatan ini, guna me-monitoring pelaksanaan AKGTK 2024 di Titik Lokasi MAN 2 Banyuwangi

Tak kalah mengagumkan, kegiatan ini juga dilaksanakan dengan format digital. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara konvensional, kali ini kegiatan ini bertujuan sebagai penilaian terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang menjadi acuan dan pengembangan keprofesian kedepannya.

Menjadi pengukur kompetensi guru,  dari asesmen ini akan dihasilkan profil kompetensi madrasah secara utuh sekaligus menjadi pijakan dorektorat dalam mendorong pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui kelompok kerja yang diikutinya. Kegiatan yang diikuti oleh ribuan guru tersebut berjalan dengan lancar dan tertib.

Selain itu, Bapak Santoso juga berharap layanan terhadap masyarakat terutama dalam bidang pendidikan dapat berjalan dengan lancar, madrasah dapat berkembang dengan baik sehingga dapat menciptakan siswa/i yang berprestasi. Tak hanya terhadap murid, Bapak Dimyati juga menyampaikan harapannya untuk seluruh guru di Indonesia.

“ Saya pikir, karena uji kompetensi ini masing – masing bidang study di uji kompetensinya sesuai potensinya. Oleh karena itu, harapan kedepan masing–masing guru memiliki kompetensi yang maksimal. Sehingga, harapan kita Kemenag Repuplik Indonesia untuk mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia dalam rangka menyongsong indonesia emas akan segera terwujud, ” pesan Bapak Dimyati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini