Editor : Danang Febrian Zurizal | Publisher : Farikha Mahara Fatik

Banyuwangi, News Mandawangi (29/5) – Prestasi belajar bukan hanya terbatas di lingkungan sekolah saja melainkan juga antar sekolah. Seperti kejuaraan ataupun olimpiade baik ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional. Selasa, 24 Mei 2022 salah satu peserta didik MAN 2 Banyuwangi kembali mengukir prestasi dalam ajang olimpiade tingkat nasional. Yunita Anindi Putri dari kelas X MIPA 3 berhasil menyabet medali perak pada Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OSPI) di bidang Ekonomi.

Apresiasi berupa medali perak

Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OSPI) ini diselenggarakan oleh PT Lembaga Sains Indonesia. OSPI dibuka untuk jenjang SMP/MTs/Sederajat dan SMA/MA/Sederajat dengan berbagai macam bidang yang diperlombakan. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 29 April 2022 sampai 21 Mei 2022 dengan biaya pendaftaran gratis. Pendaftaran melalui www.lembagasainsid.site/event/ospi. Untuk melanjutkan perjuangan di tingkat nasional, peserta perlu lolos seleksi provinsi terlebih dahulu. Terdapat dua tahap seleksi di olimpiade ini yaitu, seleksi provinsi dan seleksi nasional, masing-masing dilaksanakan pada 22 Mei dan 25 Mei. Penyeleksian tersebut dapat diakses melalui www.pusatolimpiade.com.

Pengerjaan kompetisi dilaksanakan pada Minggu, 22 Mei 2022 dengan waktu pengerjaan yang berbeda dari setiap bidangnya. Setiap bidang memiliki bentuk soal yang sama, yaitu soal pilihan ganda. Waktu pengerjaan soal selama 60 menit, dimulai pada pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB yang terbagi menjadi empat sesi berdasarkan bidang yang dilombakan. Satu hari kemudian tepatnya 23 Mei 2022 merupakan jadwal pengumuman hasil Olimpiade Sains Pelajar Indonesia yang diumumkan secara online melalui instagram @lembagasainsindonesia.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor pelajar berani berprestasi, entah itu diranah akademik maupun non-akademik. Tepat 29 April 2022, Yunita mendaftarkan diri untuk mengikuti tiga bidang di OSPI, salah satunya ekonomi. Keberanian Yunita untuk mendaftarkan diri di olimpiade ekonomi ini berhasil menambah citra baik Mandawangi sebagai Madrasah Mandiri Berprestasi.

“Alhamdulillah lancar, tidak ada kendala,” ungkap Yunita saat diwawancarai terkait kesulitan yang dihadapinya. Dia mengaku mempersiapkan olimpiade ini dengan belajar selama 2 hari. Kesan yang ia peroleh tentu senang serta amat bersyukur. Ia menitipkan secutas pesan untuk kita semua, “Semangat yang luar biasa akan mengalahkan rasa lelah yang menyiksa. Ingat! Menunda pekerjaan akan menambah derita yang kita alami.”

Man Jadda Wa Jadda, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dapatlah ia.” Keberanian untuk berubah itu patut diapresiasi, karena untuk menghadirkannya saja itu sulit.

Ditulis oleh Dita Fisabilillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here