Editor : Danang Febrian Zurizal | Publisher : Oktavianous Mularamadhan

News Mandawangi – Kabar gembira kini kembali datang dari MAN 2 Banyuwangi, dimana dua siswi dari kelas X MIPA 3 yaitu Ghefira Alkhumaira I. (peraih medali perak) dan juga Yunita Anindi Putri (peraih medali perak) berhasil memenangkan penghargaan dalam Olimpiade bidang ekonomi tingkat nasional, yang diadakan oleh PT Smart Dalton Indonesia yang merupakan salah satu lembaga event olimpiade di Indonesia, beberapa hari yang lalu (16/05).

Ada berbagai macam bidang yang diperlombakan. Olimpiade tersebut diawali dengan pendaftaran pada tanggal 22 April – 14 Mei 2022 dan pelaksanaan olimpiade pada tanggal 15 Mei 2022. Untuk biaya pendaftaran sendiri, ada dua pilihan yakni premium (tanpa syarat dan ketentuan) dengan membayar sebanyak Rp. 50.000 dan secara gratis (dengan syarat dan ketentuan). Fasilitas yang didapat diantaranya medali, sertifikat, soal beserta kunci jawaban, relasi nasional, dan evaluasi pengembangan diri.

BANGGA : Poster Apresiasi Terhadap Pemenang Olimpiade Ekonomis. (Poster : Oktavianous Mularamadhan)

Yunita mengaku bahwa alasannya mengikuti olimpiade ini dikarenakan ingin lebih bisa mengembangkan potensi diri dalam kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya agar dapat membahagiakan orang yang ia sayangi. Persiapan yang dilakukan yaitu belajar dan berdoa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan. “Pengerjaannya Alhamdulillah lancar, mungkin dari 20% jawaban masih kurang benar namun setidaknya saya sudah mencoba sebaik mungkin,” ucapnya ketika diwawancarai. “Pesan dari saya, jangan memandang dirimu sebagai orang yang lemah. Ingat, niatkan semua karena ingin mendapatkan ridho tuhan. Tentunya jangan mengecewakan orang yang kamu sayang dan sekarang lah waktunya kamu berjuang,” ujar Yunita memotivasi.

Sedangkan Ghefira mengaku bahwa dalam melaksanakan olimpiade tersebut berjalan lancar, namun ada beberapa kendala pada saat jam pelaksanaan lomba. Karena ia mengikuti beberapa bidang lomba dari pagi hingga sore, membuat Ghefira terburu-buru dalam mengerjakan. Belum lagi kegiatan lain yang harus dilakukan Ghefira di Ma’had. “Sebuah kata-kata dari penemu lampu pijar, yaitu Thomas Alfa Edison yang selalu aku bawa kemana-mana sebagai motivasi. Motivasi itu berbunyi, ‘Aku tak pernah gagal, aku hanya menemukan 10.000 cara yang tidak tepat.’ Mungkin itu saja pesanku untuk teman-teman semua,” ujar Ghefira memberikan motivasi.

Amelia Tri Kartika dan Ana Lutfiah Karimah – News Mandawangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here