Editor : Intan Latifa Putri Utoyo | Publisher : Oktavianous Mularamadhan

Banyuwangi, NEWS MANDAWANGI (26/05) – Ternyata di Era Transformasi Digital yang cukup meresahkan tidak semua memberikan dampak buruk. Memang tergantung cara kita dalam memanfaatkan segala sesuatunya. Hal ini terbukti dari tiga siswi dari MAN 2 Banyuwangi yang memanfaatkan era transformasi digitalisasi untuk meraih kejuaraan. Beberapa hari yang lalu tepatnya 19 Mei 2022, tiga siswi MAN 2 Banyuwangi berhasil memenangkan medali perak dan medali perunggu dalam Olimpiade Kedokteran Dasar tingkat Nasional oleh Asosiasi Olimpiade Nusantara. Peraih medali perak ialah Dwi Amelia Putri kelas X MIPA 3. Sedangkan peraih medali perunggu ialah Diastika Rahma Mahfud Diati kelas X MIPA 1 dan Ana Lutfiah Karimah kelas X MIPA 3.

Pamflate Olimpiade Kedokteran Dasar oleh Asosiasi Olimpiade Nusantara. (Dok. News Mandawangi)

Olimpiade ini dibuka khusus jenjang SMA/Sederajat se-Indonesia. Pendaftaran dibuka sebulan sebelum tanggal pelaksanaan olimpiade tepatnya 15 April 2022 sampai 12 Mei 2022, dengan biaya pendafataran gratis. Untuk mendaftarkan diri hanya perlu mengirimkan formulir pendaftaran ke link pendaftaran pada website Asosiasi Olimpiade. Olimpiade dilaksanakan secara online pada Minggu, 15 Mei 2022 dengan enam sesi pengerjaan yang berbeda, mulai pukul 09.00 WIB sampai 20.55 WIB. Empat hari kemudian, 19 Mei 2022 merupakan hari pengumuman hasil Olimpiade Kedokteran Dasar.

Apresiasi berupa poster penghargaan terhadap peraih prestasi dalam Olimpiade Kedokteran Dasar. (Poster : Danang Febrian Zurizal)

Dengan masa pendaftaran yang cukup lama, mereka bertiga mempersiapkan olimpiade ini semaksimal mungkin. Salah satu peserta mengungkapkan “Persiapan saya untuk olimpiade ini belajar melalui media buku maupun internet”. Ketiga peserta tersebut mengaku mengalami kesulitan yang sama, “Tidak ada masalah saat mengerjakan soal, akan tetapi saat login webnya sempat eror sehingga waktu mengerjakan pun menipis.” Ungkap Ana saat diwawancarai petugas. Disamping itu kesulitan lainnya ialah ada beberapa materi yang belum diketahui oleh peserta.

BACA JUGA : Alumni Mandawangi Sandang Runner Up 1st Duta Lingkungan Jawa Timur

Ibarat usaha tak menghianati hasil, usaha dan doa yang dilakukan oleh ketiga siswi Mandawangi ini berbuah manis, yaitu dengan tercantumnya nama Dwi Amelia Putri, Ana Lutfiah Karimah, serta Diastika Rahma Mahfud Diati sebagai peraih medali perak dan perunggu. Kesan yang mereka dapatkan dari olimpiade ini pastinya sangat berarti, mereka mendapatkan tambahan wawasan dan pengalaman dari kompetisi ini serta menjadi dokumentasi proses perkembangan diri. “Jangan bangga dulu atas kemenangan saat ini, mungkin saja banyak yang lebih daripada kita. Jangan takut untuk terus mencoba dan berusaha, karena setiap usaha tak akan pernah menghianati hasil.” Pesan dari salah satu ketiga siswi tersebut.

Sungguh prestasi yang patut untuk diacungi jempol, pencapaian prestasi gemilang di tengah pengaruh gadget yang mampu memberi dampak buruk bagi sebagian remaja, namun tidak bagi tiga siswi Mandawangi ini. Mereka mampu membuktikan eksistensi Madrasah sebagai wujud talenta digital yang menjadi pesyarat agar Indonesia tidak ketinggalan di tengah perkembangan revolusi industri 5.0 yang mengembang pesat. Salam hangat Madrasah Mandiri Berprestasi.

Andini Renita dan Dita Fisabilillah – News Mandawangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here